Upacara Bendera Tanamkan Cinta Tanah Air dan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan Rasulullah
MI Darunnajah Sekarputih kembali melaksanakan Upacara Bendera Hari Senin sebagai kegiatan rutin untuk menumbuhkan karakter murid yang disiplin, bertanggung jawab, dan cinta tanah air. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya dalam menanamkan nilai cinta tanah air melalui penghormatan kepada simbol negara serta pembiasaan sikap disiplin dan tertib.
Upacara berlangsung dengan penuh khidmat di halaman madrasah. Petugas upacara berasal dari murid kelas 4 yang menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga doa penutup. Sementara itu, Ustadzah Liana bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Ustadzah Liana mengajak seluruh murid untuk senantiasa menjaga lisan dan membiasakan bertutur kata yang baik. Beliau menyampaikan pesan Rasulullah SAW bahwa seseorang hendaknya berkata yang baik atau diam, sehingga setiap ucapan dapat memberikan manfaat serta menghindarkan diri dari menyakiti orang lain.
Sebagai teladan akhlakul karimah, Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh terbaik dalam menjaga tutur kata, bersikap santun, dan menghormati sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari murid, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Ustadzah Liana juga memberikan apresiasi kepada Malik, murid kelas 3A, yang dinilai telah menunjukkan sikap santun dalam berbicara dan berinteraksi dengan teman-temannya. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Murid yang mampu menjaga lisannya akan lebih mudah diterima oleh lingkungan, disenangi teman-temannya, serta dapat terhindar dari berbagai bentuk konflik maupun perundungan verbal.
Melalui pembiasaan upacara bendera dan penguatan pendidikan karakter, MI Darunnajah Sekarputih berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya memiliki semangat kebangsaan, tetapi juga berakhlakul karimah, santun dalam bertutur kata, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar