Grapamida Scout Challenge 2026: Dua Hari Penuh Tantangan, Kekompakan, dan Keceriaan Pramuka Penggalang
Gerakan Pramuka MI Darunnajah (GRAPAMIDA) sukses melaksanakan Grapamida Scout Challenge (GSC) yang dikemas dalam bentuk Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) selama dua hari, 28–29 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 18 regu Pramuka Penggalang ini menghadirkan berbagai tantangan keterampilan, perlombaan, pembinaan karakter, hingga permainan outbound yang penuh keceriaan.
Grapamida Scout Challenge berada di bawah kepemimpinan panitia Kak Dewi dan Kak Danial, dengan dukungan dari kakak-kakak alumni Gramatsada (MTsN 2 Bondowoso), alumni Grapamida, serta seluruh guru MI Darunnajah yang turut mengambil peran dalam kepanitiaan dan pendampingan peserta.
Penjelajahan Jadi Tantangan Pertama
Sekitar pukul 13.00 WIB pada Jumat, 28 Agustus, para peserta mulai melakukan check-in. Setelah persiapan awal, setiap regu secara bergantian diberangkatkan untuk mengikuti penjelajahan dengan mengikuti marker atau tanda rute yang telah disiapkan panitia.
Perjalanan menjadi semakin menantang karena di setiap pos peserta harus menunjukkan kemampuan dan pengetahuan kepramukaan. Beberapa tantangan yang diberikan antara lain PBB, Pengetahuan Umum, Sandi Morse, Semaphore, serta berbagai keterampilan lainnya.
Setiap regu dituntut mampu bekerja sama, membagi peran, memecahkan persoalan, dan menyelesaikan tantangan dengan penuh percaya diri. Penjelajahan pun menjadi pengalaman belajar di luar ruang yang mengasah ketangkasan sekaligus kemampuan mengambil keputusan bersama.
Pioneering hingga Api Unggun
Setelah menyelesaikan penjelajahan dan kembali ke pangkalan, peserta melaksanakan salat Asar berjamaah, kemudian bersiap mengikuti lomba pioneering. Keterampilan membuat konstruksi menggunakan tongkat dan tali ini kembali menguji ketelitian, kreativitas, kecepatan, serta kekompakan setiap regu.
Malam harinya, setelah melaksanakan salat Magrib dan Isya berjamaah, seluruh peserta berkumpul di lapangan MI Darunnajah untuk mengikuti api unggun.
Suasana menjadi lebih khidmat ketika Pengawas Bina, Siti Qosidah, M.Pd.I, bertindak sebagai pembina api unggun. Beliau menyampaikan renungan kepada para peserta sebelum secara simbolis menyalakan api unggun setelah menerima obor dari regu yang bertugas membacakan Dasa Dharma Pramuka.
Nyala api unggun menjadi simbol semangat dan persaudaraan yang terus dijaga dalam kegiatan kepramukaan. Setelah itu, suasana kembali meriah melalui lomba yel-yel kreasi dengan Kak Sugianto, Ketua Kwaran Tegalampel, bertindak sebagai juri.
Sekitar pukul 22.00 WIB, para peserta beristirahat untuk mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan hari berikutnya.
Bangun Pagi, Senam, hingga Outbound Penuh Lumpur
Hari kedua diawali dengan salat Subuh berjamaah, kemudian peserta membersihkan diri dan lingkungan sekitar. Untuk menjaga kebugaran setelah menjalani aktivitas yang cukup padat, seluruh peserta mengikuti senam sehat, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama.
Sebelum apel penutupan, panitia memberikan satu tantangan terakhir yang justru menjadi salah satu momen paling menghibur, yaitu permainan outbound halang rintang berbasis kerja sama.
Peserta harus berlari dan melompat melewati cone dengan kedua kaki secara bersamaan, kemudian melanjutkan dengan merayap dalam posisi tiarap melewati tanah basah di bawah jaring-jaring. Tantangan berikutnya adalah mengambil koin yang berada di dalam piring berisi tepung, kemudian kembali menuju garis awal untuk melakukan tos dengan peserta berikutnya.
Permainan tersebut membuat suasana semakin pecah. Setelah menyelesaikan tantangan, wajah peserta dipenuhi tepung dan pakaian mereka dihiasi noda tanah. Namun, bukannya mengeluh, para peserta justru tertawa lepas dan menikmati pengalaman tersebut bersama teman-temannya.
Keceriaan semakin memuncak ketika air disemprotkan ke udara untuk membantu membersihkan diri. Para peserta tampak tertawa, berteriak, dan melompat kegirangan, menjadikan momen tersebut sebagai salah satu kenangan paling berkesan dalam Grapamida Scout Challenge.
Ditutup dengan Apel dan Pembagian Hadiah
Seluruh rangkaian Grapamida Scout Challenge kemudian ditutup dengan apel penutupan. Dalam kesempatan tersebut, panitia mengumumkan para pemenang dari berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan selama kegiatan.
Hadiah diserahkan kepada para regu dan peserta yang berhasil meraih prestasi. Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama di depan tenda, menjadi penutup perjalanan dua hari yang penuh tantangan, pembelajaran, persahabatan, dan keceriaan.
Grapamida Scout Challenge 2026 menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi ruang belajar yang luas bagi murid. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, keberanian, tanggung jawab, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi GRAPAMIDA, keberhasilan GSC bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi dari bagaimana setiap peserta mampu melewati seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat, saling membantu, dan membawa pulang pengalaman yang akan dikenang sebagai bagian dari perjalanan mereka menjadi Pramuka Penggalang yang tangguh dan berkarakter.

0 Komentar