PENELITIAN
TINDAKAN KELAS (PTK)
MATA PELAJARAN MATEMATIKA
KELAS 2 MADRASAH IBTIDAIYAH DARUNNAJAH
"Peningkatan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Melalui
Metode Pembelajaran Berbasis Permainan"
1. Pendahuluan
Latar Belakang Masalah:
Pembelajaran matematika di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah menunjukkan
bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep
penjumlahan dan pengurangan. Banyak siswa yang merasa kurang tertarik dan
kesulitan menyelesaikan soal matematika, khususnya yang melibatkan angka dua
digit. Berdasarkan hasil observasi awal, dapat diketahui bahwa metode
pembelajaran yang digunakan kurang menarik bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk
meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika tersebut.
Rumusan
Masalah:
Bagaimana penerapan metode pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan
pemahaman siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah terhadap konsep
penjumlahan dan pengurangan?
Tujuan
Penelitian:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 2
Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah terhadap konsep penjumlahan dan pengurangan
dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis permainan.
2. Tinjauan Pustaka
Pembelajaran matematika untuk siswa SD/MI memerlukan pendekatan yang dapat
merangsang minat dan keterlibatan mereka. Salah satu metode yang dapat
digunakan untuk meningkatkan pemahaman adalah melalui pembelajaran berbasis
permainan. Menurut Slavin (2011), penggunaan permainan dalam
pembelajaran dapat meningkatkan partisipasi siswa dan membuat materi lebih
menarik.
Penjumlahan dan pengurangan adalah dua konsep dasar dalam matematika yang
perlu dikuasai sejak dini. Berdasarkan Piaget (1964), anak pada usia 7-8
tahun berada pada tahap operasi konkret, di mana mereka dapat memahami konsep
matematika yang melibatkan benda konkret. Oleh karena itu, metode berbasis
permainan yang menggunakan benda-benda nyata atau alat peraga sangat efektif
dalam membantu anak memahami konsep ini.
3. Metode Penelitian
Desain
Penelitian:
Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan
pendekatan siklus. PTK ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing
terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Subjek
Penelitian:
Penelitian ini dilakukan di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah dengan
jumlah siswa 30 orang.
Instrumen Penelitian:
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
- Tes Pre-test dan Post-test untuk mengukur
pemahaman siswa sebelum dan setelah tindakan.
- Lembar
Observasi untuk
mencatat aktivitas siswa selama pembelajaran.
- Angket Siswa untuk mengetahui respon siswa
terhadap metode pembelajaran berbasis permainan.
4. Pelaksanaan
Tindakan
Siklus I:
- Perencanaan Tindakan:
- Guru merancang permainan yang melibatkan
penjumlahan dan pengurangan dua digit menggunakan kartu angka.
- Membuat soal matematika yang dapat diselesaikan
melalui permainan, seperti permainan "Tebak Angka" dan
"Lompat Angka".
- Pelaksanaan Tindakan:
- Guru
memperkenalkan permainan kepada siswa, menjelaskan aturan, dan membagi
siswa menjadi beberapa kelompok.
- Setiap
kelompok diberi soal matematika dan harus menyelesaikan soal tersebut
menggunakan kartu angka dan alat peraga lainnya.
- Observasi:
- Guru
mengamati partisipasi siswa dalam permainan dan mencatat bagaimana siswa
menyelesaikan soal matematika.
- Observasi
dilakukan selama proses pembelajaran untuk menilai keaktifan siswa dalam
berpartisipasi.
- Refleksi:
- Berdasarkan hasil observasi, guru mencatat bahwa
sebagian besar siswa lebih aktif dalam belajar dan memahami materi
penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan permainan. Namun, beberapa
siswa masih membutuhkan lebih banyak bimbingan dalam menyelesaikan soal
yang lebih kompleks.
Siklus II:
- Perencanaan Tindakan Lanjutan:
- Guru
menambahkan variasi permainan, seperti "Permainan Bingo
Matematika" dan "Lari Hitung Angka" untuk memperkuat
pemahaman siswa.
- Membimbing siswa yang kesulitan dalam memahami
konsep penjumlahan dan pengurangan lebih lanjut.
- Pelaksanaan Tindakan:
- Guru mengadakan permainan yang lebih interaktif
dan melibatkan siswa secara lebih langsung, seperti bermain peran dengan
menggunakan angka-angka dalam kegiatan sehari-hari.
- Observasi:
- Guru mengamati perkembangan siswa yang lebih baik
dalam hal pemahaman dan kecepatan dalam menyelesaikan soal matematika.
- Refleksi:
- Setelah siklus kedua, sebagian besar siswa
menunjukkan peningkatan dalam pemahaman materi penjumlahan dan
pengurangan, dengan hasil tes post-test yang lebih baik daripada
pre-test. Aktivitas bermain memberikan dampak positif terhadap
keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
5. Hasil dan
Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi dan
tes yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran
berbasis permainan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 2 Madrasah
Ibtidaiyah Darunnajah terhadap konsep penjumlahan dan pengurangan. Pembelajaran
yang menyenangkan dan interaktif berhasil meningkatkan minat siswa dalam
belajar matematika.
- Tes
Pre-test: Sebelum
tindakan, nilai rata-rata siswa adalah 60.
- Tes
Post-test: Setelah
tindakan, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 85, menunjukkan
peningkatan pemahaman yang signifikan.
Peningkatan ini juga terlihat dalam hasil observasi, di mana siswa lebih
aktif bertanya, berdiskusi, dan bekerja sama dalam kelompok selama permainan.XZ
*
6. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan:
Metode pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas
2 Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah terhadap konsep penjumlahan dan pengurangan.
Permainan memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara aktif dan
menyenangkan.
Saran:
Untuk meningkatkan hasil pembelajaran lebih lanjut, diharapkan guru dapat terus
mengembangkan variasi permainan yang menarik dan sesuai dengan materi yang
diajarkan. Selain itu, lebih banyak latihan dan evaluasi diperlukan untuk
memastikan setiap siswa dapat memahami konsep secara menyeluruh.
%20in%20Mathematics.%20The%20poster%20includes_%20-%20A%20teacher%20explaining%20.webp)
0 Komentar