Sejauh mana nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta telah diterapkan dalam kegiatan belajar di madrasah? Survei Sahabat KBC menjadi salah satu upaya untuk mengetahuinya.

 

Survei Sahabat KBC, Petakan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta



Kementerian Agama melaksanakan Survei Sahabat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk mengetahui implementasi kurikulum tersebut di setiap lembaga pendidikan, baik dari sudut pandang guru maupun murid.

Survei ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi yang terhubung dengan EMIS. Melalui sistem tersebut, sebanyak 5% guru dan murid dipilih secara acak untuk menjadi responden dan mengisi survei sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam lingkungan pendidikan. Partisipasi guru dan murid menjadi bagian penting untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman, pemahaman, serta penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah.

Kurikulum Berbasis Cinta mendorong tumbuhnya lingkungan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta pembentukan karakter yang positif. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diwujudkan melalui interaksi antara guru dan murid.

Melalui Survei Sahabat KBC, diharapkan Kementerian Agama memperoleh gambaran yang lebih baik sebagai bahan evaluasi dan pengembangan implementasi kurikulum. Dengan demikian, madrasah dapat terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan mampu menumbuhkan generasi yang berilmu serta berakhlak mulia.

Posting Komentar

0 Komentar